Menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026, Indonesia mencatatkan pencapaian diplomasi yang membanggakan. Nominasi sebagai Presiden Dewan HAM PBB 2026 menjadi bukti nyata kepercayaan dunia internasional terhadap peran Indonesia dalam memajukan agenda hak asasi manusia.
Pencapaian ini bukan datang tiba-tiba. Selama bertahun-tahun, Indonesia konsisten memposisikan diri sebagai bridge builder dalam berbagai isu internasional yang sensitif. Pendekatan diplomasi yang mengutamakan dialog dan kerja sama terbukti efektif membangun kepercayaan negara-negara lain.
Namun, di balik pencapaian ini, Indonesia juga menghadapi tantangan domestik yang tidak ringan. Bencana alam yang melanda beberapa provinsi di Sumatera menunjukkan bahwa kita masih perlu banyak berbenah dalam hal mitigasi dan penanganan bencana.
Tahun 2026 akan menjadi ujian bagi Indonesia untuk membuktikan bahwa kepercayaan dunia tidak salah tempat. Sebagai Presiden Dewan HAM PBB, Indonesia harus mampu menunjukkan kepemimpinan yang objektif, inklusif, dan berimbang.
Di sisi domestik, pemerintah perlu memastikan bahwa pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan rakyat tetap menjadi prioritas. Keseimbangan antara peran internasional dan tanggung jawab domestik akan menentukan keberhasilan Indonesia di tahun mendatang.
Oleh:
Hendra Kusuma Wijaya
Pengamat Politik Internasional
Revolusi Sunyi Pak Aan: Merawat Tradisi Lewat Layar Digital
Feature - 14 Februari 2026
Oleh: Andri Kurniawan, S.Pd.I, M.A
Menempa Jiwa di Tanah Bertuah: Perkajusa SD IT Al Fatih di...
Feature - 31 Januari 2026
Oleh: Adrio Valen
Menggagas Madrasah Futuristik: Harmoni Kecerdasan Buatan...
Opini - 23 Januari 2026
Oleh: Drs. H. Jufri
Pulanglah Saat Senja Merah, Menjemput Keberkahan di Balik...
Opini - 18 Januari 2026
Oleh: Sefriza Rahma, S.Pd.I