Di sudut Pasar Tanah Abang, Jakarta, tersembunyi kisah inspiratif seorang pedagang bernama Surya Permana. Pria berusia 52 tahun ini memulai usahanya dari nol tiga puluh tahun lalu dengan modal pinjaman Rp500.000 dari tetangga.
"Dulu saya hanya bisa menjual pakaian bekas impor yang saya beli kiloan. Sekarang produk saya sudah diekspor ke Malaysia, Singapura, bahkan Timur Tengah," ujar Surya dengan mata berbinar.
Perjalanan tidak selalu mulus. Krisis ekonomi 1998 hampir menghancurkan usahanya. Namun, tekad untuk bangkit membuatnya belajar tentang kualitas produk dan pentingnya membangun kepercayaan dengan pembeli.
Kunci suksesnya terletak pada konsistensi menjaga kualitas dan kejujuran dalam berbisnis. Surya tidak pernah mencampur produk berkualitas baik dengan yang cacat meski harus menanggung kerugian.
Kini, Surya mempekerjakan 75 karyawan di pabrik konfeksinya di Tangerang. Ia juga aktif membina pedagang-pedagang kecil di pasar untuk meningkatkan kualitas produk mereka. "Sukses itu lebih bermakna jika bisa berbagi dengan sesama," katanya.
Oleh:
Ratna Dewi Sartika
Jurnalis Ekonomi
Revolusi Sunyi Pak Aan: Merawat Tradisi Lewat Layar Digital
Feature - 14 Februari 2026
Oleh: Andri Kurniawan, S.Pd.I, M.A
Menempa Jiwa di Tanah Bertuah: Perkajusa SD IT Al Fatih di...
Feature - 31 Januari 2026
Oleh: Adrio Valen
Menggagas Madrasah Futuristik: Harmoni Kecerdasan Buatan...
Opini - 23 Januari 2026
Oleh: Drs. H. Jufri
Pulanglah Saat Senja Merah, Menjemput Keberkahan di Balik...
Opini - 18 Januari 2026
Oleh: Sefriza Rahma, S.Pd.I