Misteri Dentuman Keras di Danau Maninjau, BMKG Pastikan Bukan Akibat Gempa atau Cuaca

Minggu, 25 Januari 2026, 14:59 WIB | Lingkungan | Kab. Agam
Warga sekitar Danau Maninjau, Agam, dihebohkan oleh suara dentuman misterius dini hari tadi. BMKG Minangkabau memastikan hal
Warga sekitar Danau Maninjau, Agam, dihebohkan oleh suara dentuman misterius dini hari tadi. BMKG Minangkabau memastikan hal tersebut bukan akibat aktivitas gempa atau cuaca ekstrem. Simak analisis selengkapnya.

AGAM, RagamNews.com -- Masyarakat di kawasan salingka Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dikejutkan oleh suara dentuman misterius yang terdengar cukup keras pada Jumat (23/1/2026) dini hari.

Suara yang muncul sekitar pukul 04.00 WIB, sesaat sebelum azan subuh tersebut, sontak memicu kekhawatiran dan spekulasi di tengah warga. Berbagai dugaan bermunculan, mulai dari benda jatuh dari langit (meteor), runtuhan tebing, hingga aktivitas patahan di dasar danau.

Wali Nagari Sungai Batang, Ahsin, mengaku mendengar langsung suara tersebut. Menurutnya, bunyi itu berbeda dari fenomena alam yang biasa terjadi di wilayah Danau Maninjau.

"Bunyinya khas dan baru pertama kali saya dengar. Saat itu saya terbangun, tapi belum bisa memastikan sumbernya apa," ujar Ahsin.

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem! Hujan Petir Guyur Padang dan Sejumlah Wilayah Sumbar Hingga Malam Ini

Penjelasan BMKG Minangkabau

Menanggapi keresahan masyarakat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau segera melakukan analisis data. Kepala BMKG Minangkabau, Decky Irmawan, menegaskan bahwa suara tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas cuaca maupun kegempaan.

Berdasarkan pemantauan radar cuaca dan alat pendeteksi petir, kondisi atmosfer di wilayah terdampak terpantau kondusif saat kejadian.

"Tidak ditemukan adanya aktivitas awan konvektif (Cumulonimbus) maupun sambaran petir yang signifikan yang dapat memicu suara dentuman keras di atmosfer," jelas Decky dalam keterangan resminya, Sabtu (24/1/2026).

Selain faktor cuaca, BMKG juga memeriksa data dari jaringan seismometer. Hasilnya, tidak tercatat adanya lonjakan aktivitas seismik atau gelombang gempa bumi yang signifikan di wilayah Sumatera Barat, khususnya di sekitar Agam dan Pasaman Barat pada waktu kejadian.

"Hal ini menunjukkan bahwa sumber suara tersebut kemungkinan besar bukan berasal dari aktivitas tektonik maupun pergerakan lempeng," tambahnya.

Halaman:

Penulis: Agung Pambudi
Editor: Rudrik Syaputra

Bagikan:
Berita Terkait