JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta kembali menggencarkan program normalisasi Sungai Ciliwung sebagai upaya mitigasi banjir ibu kota. Pada Selasa (10/2/2026), puluhan bangunan semi permanen yang berdiri di bantaran sungai kawasan Jakarta Timur mulai dibongkar.
Pembongkaran ini dilakukan setelah melalui proses sosialisasi dan pemberian surat peringatan kepada penghuni. "Kami harus mengembalikan lebar sungai ke proporsi idealnya untuk menampung debit air hujan yang kian tinggi," jelas Kepala Dinas Sumber Daya Air Jakarta.
Warga yang terdampak penertiban ini tidak dibiarkan begitu saja. Pemprov Jakarta telah menyediakan unit di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) sebagai tempat tinggal pengganti. Program normalisasi ini ditargetkan rampung pada pertengahan 2026 untuk meminimalisir dampak banjir kiriman dari hulu.
Langkah tegas ini menuai pro dan kontra, namun dinilai krusial demi keselamatan jutaan warga Jakarta dari ancaman banjir tahunan.
Baca juga: Kementerian Kehutanan Peta Wilayah Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan
Penulis: Feni Efendi
Editor: Rudrik Syaputra
Sumber: Tempo.co