Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh Gelar Bimtek Literasi Informasi Perpustakaan 2026

Kamis, 25 Juni 2026, 15:39 WIB | Pendidikan | Kota Payakumbuh
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh Gelar Bimtek Literasi Informasi Perpustakaan 2026
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh Gelar Bimtek Literasi Informasi Perpustakaan 2026

PAYAKUMBUH, — Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, berupaya memperkuat ekosistem literasi daerah di tengah derasnya arus digitalisasi. Upaya ini diwujudkan melalui pembekalan kecakapan menyaring dan mengelola informasi bagi para garda terdepan literasi, mulai dari guru, pustakawan, hingga pengelola taman bacaan masyarakat.

Langkah strategis tersebut dituangkan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Perpustakaan bertajuk "Strategi Cerdas Mengakses Informasi dan Optimalisasi Layanan Perpustakaan". Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh ini digelar di Aula Gedung Perpustakaan Umum Daerah Lantai 3, Kamis (25/6/2026).

Sebanyak 150 peserta yang terdiri dari pustakawan sekolah, guru, penggiat literasi, kepala sekolah, serta pengelola Tempat Bacaan Masyarakat (TBM) mengikutinya sejak pagi hingga sore hari. Hadir pula dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Dinas Pendidikan serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh untuk menyelaraskan program lintas sektor ini.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Payakumbuh Nofriwandi, yang hadir mewakili Wali Kota Payakumbuh, menegaskan pentingnya adaptasi lembaga literasi tradisional terhadap lanskap teknologi modern. Pengelola perpustakaan dituntut tidak hanya sekadar menjadi penjaga buku, melainkan katalisator penyaring informasi.

Baca juga: Matangkan Persiapan JAMNAS XII 2026, Kwarcab 0314 Pramuka Payakumbuh Gelar TC di Halaman Gedung Perpustakaan

"Semoga dengan adanya bimbingan teknis ini, para pengelola perpustakaan dan penggiat literasi mampu menjadi motor penggerak dalam menyaring informasi yang valid serta mengoptimalkan seluruh layanan perpustakaan agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi modern," ujar Nofriwandi saat membuka acara formal tersebut.

Tantangan literasi saat ini bukan lagi sekadar memberantas buta aksara, melainkan membangun kemampuan berpikir kritis dalam memilah informasi yang melimpah (infodemik). Ketidakmampuan masyarakat dalam mengevaluasi validitas sumber informasi berpotensi menyuburkan penyebaran berita bohong (hoax).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh Erwan menjelaskan, pembekalan ini dirancang agar para peserta memiliki kemampuan mumpuni mulai dari mengenali kebutuhan data, teknik penelusuran, hingga evaluasi dan pemanfaatan sumber informasi yang relevan.

Kemampuan tersebut dinilai krusial agar mereka dapat membimbing masyarakat maupun peserta didik menggunakan informasi secara kritis, etis, dan efektif.

Baca juga: 12 Jet Tempur F-22 Raptor AS Mendarat di Israel, Ketegangan dengan Iran Kian Memanas

"Semoga ini dapat memperkuat peran pustakawan sebagai pengelola sumber informasi, guru sebagai fasilitator pembelajaran berbasis informasi, dan pegiat literasi sebagai agen perubahan dalam memberdayakan masyarakat," kata Erwan saat menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan.

Halaman:

Penulis: Anthony Hewish
Editor: Feni Efendi

Bagikan: