Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperkenalkan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning dalam kurikulum nasional. Metode ini akan diimplementasikan mulai tahun ajaran 2025/2026.
Deep learning merupakan pendekatan yang menekankan pemahaman mendalam terhadap materi pelajaran dengan konsep mindful, meaningful, dan joyful. Siswa tidak sekadar menghafal tetapi memahami secara utuh dan menghubungkan antar konsep.
Kepala BSKAP Toni Toharudin menjelaskan metode ini mendorong empat praktik utama: praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran yang fleksibel, dan proses belajar yang autentik.
Guru-guru akan mengikuti pelatihan khusus untuk menguasai metode ini. Deep learning dapat diterapkan baik di sekolah yang menggunakan Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka.
Baca juga: Kemendikdasmen Salurkan Rp32 Miliar Tunjangan Khusus untuk Guru Korban Bencana
Penulis: Agung Pambudi
Editor: Agung Pambudi