Bursa Efek Indonesia mencatat transaksi pasar karbon sepanjang 2025 mencapai Rp80,75 miliar dengan volume 1,6 juta ton CO2 ekuivalen. Sebanyak 150 perusahaan telah berpartisipasi dalam perdagangan karbon.
Perkembangan positif pasar karbon ini menunjukkan meningkatnya kesadaran korporasi Indonesia terhadap isu perubahan iklim dan komitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
OJK menyatakan akan terus mengembangkan regulasi dan infrastruktur pasar karbon untuk mendukung pencapaian target Indonesia dalam perjanjian Paris.
Pasar karbon diharapkan menjadi instrumen penting dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Banjir Bandang di Sumatera Jadi Pengingat Pentingnya Kelestarian Hutan
Penulis: Rudrik Syaputra
Editor: Agung Pambudi
Nasional - 10 Februari 2026
Nasional - 10 Februari 2026