Presiden Prabowo Subianto resmi bertolak ke Washington DC, Amerika Serikat, pada Senin 16 Februari 2026 dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kunjungan kenegaraan ini memiliki dua agenda besar yang sangat strategis bagi Indonesia, yakni penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) bersama Presiden AS Donald Trump serta kehadiran dalam Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian atau Board of Peace di Washington.
Rombongan terbatas yang mendampingi Presiden dalam kunjungan ini antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Keberangkatan Prabowo ke Washington DC dilepas langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Mensesneg Prasetyo Hadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kepala BIN Herinda.
Sehari sebelum keberangkatan, Presiden menggelar rapat persiapan di kediamannya di Hambalang, Bogor, bersama sejumlah menteri kunci termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani. Dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan pentingnya memastikan posisi tawar Indonesia tetap kuat dan menguntungkan kepentingan nasional.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyatakan bahwa secara substansi negosiasi tarif Indonesia-AS telah rampung dan saat ini tinggal menyelesaikan harmonisasi bahasa hukum atau legal drafting. Dalam kerangka kesepakatan ART, Indonesia berkomitmen membebaskan tarif bea masuk bagi sebagian besar produk asal Amerika Serikat, sementara pemerintah AS menurunkan tarif resiprokal atas produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen.
Selain itu, Amerika Serikat juga memberikan pengecualian tarif bagi sejumlah komoditas unggulan ekspor Indonesia seperti minyak kelapa sawit (CPO), kopi, dan kakao. Perjanjian dagang ini berawal dari langkah AS mematok tarif impor sebesar 32 persen terhadap Indonesia pada awal April 2025, yang kemudian dinegosiasikan secara intensif hingga mencapai angka 19 persen pada Juli 2025.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menambahkan bahwa Presiden Prabowo menekankan perundingan ekonomi tidak hanya bersifat transaksional jangka pendek, tetapi harus berdampak langsung pada penguatan struktur ekonomi nasional, peningkatan produktivitas industri dalam negeri, serta penguatan rantai pasok global.
Selain agenda bilateral dengan Trump, Prabowo juga dijadwalkan menghadiri rapat perdana Board of Peace yang dibentuk Donald Trump pada 22 Januari 2026 di Davos. Trump mengklaim negara-negara anggota Dewan Perdamaian telah menjanjikan pendanaan lebih dari US$ 5 miliar untuk rekonstruksi Gaza.
Penulis: Feni Efendi
Editor: Rudrik Syaputra
Sumber: Tempo.co